Jul 12, 2016

Perempuan Ini dan Gerombolan Lebah Pagi Hari

sumber gambar disini


Setiap pagi, perempuan ini berangkat bersama segerombolan lebah.

Setiap pagi pula, ia mendengar harmoni dengungan dan geraman dari setiap lebah. Nyanyian, yang bagi sebagian orang terdengar seperti hiruk pikuk jalan raya yang menyebalkan. 

Namun bagi perempuan ini, dengungan itu terasa menenangkan, memberinya keyakinan bahwa seperti apapun masalah yang ia miliki di belakang, atau yang akan ia temui ke depannya, kehidupan akan selalu berjalan. Memberinya kesadaran, bahwa ia hanyalah seorang lebah diantara milyaran lebah lainnya, yang hidup dan menjalani kehidupannya dengan penuh perjuangan. 

Jul 5, 2015

Penjara Tak Seseram Itu

Saya saat penelitian di Lapas Klas I Tangerang. Pakai jilbap biar nyamaaaan.
Beberapa hari yang lalu saya dan beberapa temen cewek SMA reuni sambil buka bareng. Saat saling bertukar cerita tentang progress kehidupan masing-masing, salah seorang teman bertanya:

“Lo sering ke penjara gitu-gitu ya ci? Kok berani? Serem nggak sih?”

Dari pertanyaan ini saya jadi banyak berpikir setelahnya, selama kuliah di kriminologi, saya memang telah banyak mengunjungi dan meneliti di berbagai Lapas, baik dalam rangka kuliah atau pekerjaan. Dan saat ditanya apakah Lapas-Lapas itu seram, jawaban saya adalah "ah, nggak seseram itu". Apalagi Lapas Wanita, yang akan saya bahas di artikel ini (karena lebih asyik. Mungkin next time di artikel lain saya akan membahas tentang Lapas Pria, tapi memang lebih serem sih).

Jun 21, 2015

Ya, Saya Dibohongi. Lalu?

sumber disini

Pada dasarnya, saya nggak yakin bahwa ada manusia selain Rasulullah SAW yang 100% dan setiap waktu jujur. Setiap manusia pastilah pernah berbohong, kecil atau besar, untuk kebaikan maupun dengan alasan yang begitu egois seperti untuk menyelamatkan diri sendiri. Intinya, kebohongan bukanlah hal baru maupun asing bagi humanitas.

Saya adalah orang yang sangat membenci kebohongan, terutama karena sebagian besar waktu, saya bisa mendeteksi dan melihat kebohongan dengan jelas, sejelas jidat orang tersebut. Dulu, saya akan mutlak membenci dan marah jika dibohongi, namun seiring dengan semakin bertambahnya umur dan pemahaman mengenai semesta, kini saya tahu bahwa banyak opsi yang bisa saya ambil atau lakukan jika saya dibohongi.

Pertama, saya akan bertanya pada diri saya sendiri;

Dec 16, 2014

Sebelum Senja Berlalu


sumber disini
 Jingga, mungkin nanti setelah senja menyapa, kamu akan mengingat semuanya.
Kuharap batasnya adalah lupa. Bukan ketidaktahuan yang dipicu dan diolesi dengan ketidakperdulian.
Karena andai ini tentang sang lupa, maka aku masih mampu berjumawa bahwa semuanya akan kembali seperti sedia kala. Namun jika memang kita bicara tentang ringkihnya keperdulian, harus kuakui dengan berat hati bahwa diantara berbagai hal yang bisa kau tawarkan, kau justru memilih cobaan.
Dan Jingga, berdoalah agar harapanku seperti waktu.

Nov 17, 2014

Rumah di Tengah Perang



 
Foto diatas adalah tragedi Simpang KKA yang memakan banyak korban jiwa. Sumber disini.


“Suci, kamu orang Aceh ya? Kok sudah lama sekali nggak pulang? Jangan begitu dong, setidaknya setiap kali ada kesempatan, kamu pulang.”

Kata seorang bapak di kantor saya sore itu.

Kalimat yang sebenarnya biasa saja, namun membuat saya terdiam.

Karena pertanyaannya kemudian, pulang kemana?

Ingatan saya melayang. Jika dipikir-pikir sudah hampir 7 tahun saya tidak pernah melihat bangunan yang saya sebut rumah itu. Ah, tapi entah juga bangunan itu masih bisa disebut rumah saya atau bukan, karena kabar terakhir dari salah seorang teman di kompleks perumahan yang sama, rumah saya di Kompleks Kertas Kraft Aceh (KKA) di Nissam, Aceh Utara itu kini telah hancur dijarah. Entah juga kepemilikannya kini atas nama siapa, karena rumah dinas itu ditinggal begitu saja saat kami ‘kabur’ darisana.