Jun 21, 2015

Ya, Saya Dibohongi. Lalu?

sumber disini

Pada dasarnya, saya nggak yakin bahwa ada manusia selain Rasulullah SAW yang 100% dan setiap waktu jujur. Setiap manusia pastilah pernah berbohong, kecil atau besar, untuk kebaikan maupun dengan alasan yang begitu egois seperti untuk menyelamatkan diri sendiri. Intinya, kebohongan bukanlah hal baru maupun asing bagi humanitas.

Saya adalah orang yang sangat membenci kebohongan, terutama karena sebagian besar waktu, saya bisa mendeteksi dan melihat kebohongan dengan jelas, sejelas jidat orang tersebut. Dulu, saya akan mutlak membenci dan marah jika dibohongi, namun seiring dengan semakin bertambahnya umur dan pemahaman mengenai semesta, kini saya tahu bahwa banyak opsi yang bisa saya ambil atau lakukan jika saya dibohongi.

Pertama, saya akan bertanya pada diri saya sendiri;

Apr 6, 2015

5th Anniversary Gift: Pop Up Book!



Masih dalam moment perayaan 5th anniversary saya dan mamas pacar, kali ini saya mau menjembrengkan pop-up book yang menjadi kado dari saya untuk si mamas!

Sebenarnya tadinya saya kepikiran buat beli aja. Cupcake lucu, bingkai foto-timbul, pop-up cards, bunga dsb dsb dsb. Pilihannya memang nggak terbatas saat mau beli. Tapi terus waktu saya searching-searching penjual pop-up cards di internet, saya malah jadi mikir “ini mah kalau udah tahu cara buatnya, saya bisa bikin sendiri yang lebih berkesan dan bagus.”

Lagipula, saya tahu mas pacar juga akan jauh lebih sangat mengapresiasi dan berbahagia kalau kadonya buatan saya sendiri. Saya juga akan lebih seneng dan asyik sendiri karena memang bikin bikin ‘beginian’ merupakan salah satu dari hobi saya. Mungkin memang nggak akan sebagus dan serapi buatan ‘pasar’, tapi saya tetap bisa nyoba.

Dan akhirnya, setelah memakan waktu yang cukup lama dan persiapann yang acak kadul karena perubahan rencana, inilah pop-up book buatan suci nabbila untuk yang terkasih Dante Barcenandi di perayaan 5th anniversary kami:

Mar 31, 2015

5 Tahun Dalam 10 Gambar



Happy 5th anniversary!

Alhamdulillah, saya dan si mamas akhirnya mencapai angka keramat ini pada tanggal 27 Maret 2015 lalu. Sebuah pencapaian mini, dan bagi saya sih lebih pada pengantar yang manis pada perjuangan sesungguhnya. Anyway, seperti selalunya, setiap moment anniversary merupakan masa-masa reminder untuk kami berdua. Untuk mengingat setiap perjuangan, untuk memperbarui semangat berkomitmen, dan merayakan kebersamaan. Maka dalam artikel yang saya persembahkan untuk dirinya di moment 5th anniv ini, saya ingin membahas tentang fotoooo~oo!

Menurut saya, foto yang hebat bukanlah foto yang bagus atau memiliki komposisi indah semata, namun jauh dibaliknya, sebuah foto harus mampu membangkitkan emosi atau setidaknya kenangan akan sesuatu, cerita yang tidak membutuhkan kata-kata, sebuah preambule atau jendela untuk sebuah kisah, atau kalau kata Diane Arbus sih “a picture is a secret about a secret”.


Dan setelah 5 tahun bersama, sudah tidak terhitung lagi jumlah foto yang saya dan mamas pacar ambil. Mulai dari selfie hingga candid yang merekam kebersamaan kami selama ini. Dan dari pemikiran itulah saya memutuskan untuk memilih 10 foto yang bagi saya merupakan esens dari 5 tahun kebersamaan ini. cekidot yaah:

Dec 16, 2014

Sebelum Senja Berlalu


sumber disini
 Jingga, mungkin nanti setelah senja menyapa, kamu akan mengingat semuanya.
Kuharap batasnya adalah lupa. Bukan ketidaktahuan yang dipicu dan diolesi dengan ketidakperdulian.
Karena andai ini tentang sang lupa, maka aku masih mampu berjumawa bahwa semuanya akan kembali seperti sedia kala. Namun jika memang kita bicara tentang ringkihnya keperdulian, harus kuakui dengan berat hati bahwa diantara berbagai hal yang bisa kau tawarkan, kau justru memilih cobaan.
Dan Jingga, berdoalah agar harapanku seperti waktu.

Nov 17, 2014

Rumah di Tengah Perang



 
Foto diatas adalah tragedi Simpang KKA yang memakan banyak korban jiwa. Sumber disini.


“Suci, kamu orang Aceh ya? Kok sudah lama sekali nggak pulang? Jangan begitu dong, setidaknya setiap kali ada kesempatan, kamu pulang.”

Kata seorang bapak di kantor saya sore itu.

Kalimat yang sebenarnya biasa saja, namun membuat saya terdiam.

Karena pertanyaannya kemudian, pulang kemana?

Ingatan saya melayang. Jika dipikir-pikir sudah hampir 7 tahun saya tidak pernah melihat bangunan yang saya sebut rumah itu. Ah, tapi entah juga bangunan itu masih bisa disebut rumah saya atau bukan, karena kabar terakhir dari salah seorang teman di kompleks perumahan yang sama, rumah saya di Kompleks Kertas Kraft Aceh (KKA) di Nissam, Aceh Utara itu kini telah hancur dijarah. Entah juga kepemilikannya kini atas nama siapa, karena rumah dinas itu ditinggal begitu saja saat kami ‘kabur’ darisana.